Tempat Wisata Terkenal Di Chiang Mai

Tempat Wisata Terkenal Di Chiang Mai

Tempat Wisata di Chiang Mai kaya akan variasi. Ini sesuai untuk sebuah kota yang memang sudah didesain untuk dikembangkan sebagai kota wisata sejak tahun 1980. Beberapa tujuan wisata utama adalah peninggalan situs budaya. Namun ada juga wisata Pasar Malam dan Rekreasi Pijat Tradisional.

Selintas Soal Chiang Mai

Chiang Mai juga seringkali disebut Chiang Mai, adalah kota terbesar ke-2 di Thailand dan terbesar di utara Thailand. Terletak di antara pegunungan yang membentuk daerah utara Thailand, Chiang Mai berjarak sekitar 700 kilometer sebelah barat laut Bangkok.Mai juga merupakan ibu kota dari provinsi Chiang.

Chiang Mai dilintasi oleh Sungai Ping, yang merupakan salah satu hulu Sungai Chao Phraya. Chiang merupakan satu dari tiga kota yang diusulkan sebagai tuan rumah World Expo 2020.

Memiliki suhu relatif lebih moderat daripada suhu di selatan Thailand. Suhu rata-rata di Chiang Mai sepanjang tahun adalah 28°Celcius, suhu rata-rata 36 °Celcius di bulan April merupakan suhu tertinggi sepanjang tahun. Sedangkan suhu terendah biasanya adalah pada bulan Desember, dapat mencapai 14 °Celcius di malam hari.

Musim penghujan datang di antara bulan April sampai Oktober setiap tahunnya, mencapai puncaknya pada bulan September dengan curah hujan lebih kurang 250 milimeter.

11 Tempat Wisata di Chiang Mai

Chiang Mai menjadi daerah tujuan wisata karena kaya akan peninggalan situs budaya. Berikut kami rekomendasikan 11 dari sekian banyak situs dan atraksi wisata yang terkenal di Chiang Mai adalah:

Wat Phra That Doi Suthep Chiang Mai

Sebuah kuil indah di puncak Gunung yang sangat patut untuk dikunjungi saat datang ke Chiang Mai. Tempat wisata di Chiang Mai ini berisi Buddha duduk yang sangat dihormati dan merupakan salah satu tempat wisata paling populer di kota.

Pengunjung dapat mencapai kuil dengan berbagai cara. Bisa dengan mendaki gunung, menyewa sepeda motor, atau taksi lokal. Perjalanan menggunakan kendaraan menuju tempat wisata di Chiang Mai ini hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Di dasar tangga menuju ke kuil, Pengunjung akan menemukan penjual souvenir, barang antik, dan makanan ringan. Dua Patung penjaga menghiasi awal tangga menuju kuil.

Di sekitar kuil pengunjung bisa menemukan patung-patung Buddha dalam gaya Chiang Mai dan Sukhothai. Kuil itu sendiri berornamen, dengan banyak representasi Buddha, patung naga yang terperinci, dan ukiran gajah. Ada juga sebuah museum kecil di lokasi. Pada hari yang cerah pengunjung dapat melihat seluruh kota dan melihat chedis di atas kuil-kuil lain yang menyembul di antara bangunan.

Jika pengunjung mengenakan celana pendek, diminta untuk mengenakan kain tambahan untuk menutupi kaki Anda. Disarankan untuk menutupi bahu dan kaki setidaknya melewati lutut ketika mengunjungi kuil apa pun.

Kuil ini buka mulai jam 05.00 sampai 21.00. Untuk masuk kuil dikenakan tiket 30 Bath.

Doi Pui Chiang Mai

Desa Hmong kecil walau memang tidak sepenuhnya didedikasikan pada keaslian Adat lama Thailand, dan lebih berorientasi wisata, namun tetap bisa memberikan gambaran mengenai Thailand di masa silam. Paling tidak ada pameran kecil rumah suku bukit tradisional dan informasi tentang sejarah banyak kelompok yang telah menetap di pegunungan Thailand pada generasi sebelumnya.

Untuk pengunjung yang ingin merasakan pengalaman otentik di lokasi wisata di Chiang Mai ini bisa mengenakan pakaian etnis untuk pemotretan. Di sepanjang desa, ada banyak toko kecil di mana pengunjung dapat membeli tekstil tenunan tangan, perhiasan buatan tangan, teh, dan barang-barang lainnya.

Pada tempat wisata di Chiang Mai ini, pengunjung juga bisa menjelajahi taman besar dengan berbagai tanaman dan menikmati pemandangan yang menakjubkan dari desa. Hal paling baik untuk dilakukan adalah makan siang di salah satu restoran kecil yang menghadap ke tanaman hijau. Makanan yang direkomendasikan di tempat ini adalah khao soi panas, hidangan paling terkenal di Chiang Mai.

Doi Inthanon Chiang Mai

Doi Inthanon adalah gunung tertinggi di Thailand. Memiliki ketinggian 2.565 mdpl, ia dijuluki The Rooftop of Thailand. Tempat wisata di Chiang Mai ini adalah tempat yang sangat populer untuk perjalanan sehari dari Chiang Mai. Cuaca di puncak gunung dingin dan mendung sepanjang tahun dan suhu tidak pernah melebihi 17º C.

Ada banyak alasan mengapa tempat wisata di Chiang Mai satu ini patut untuk dikunjungi. Di tempat ini ada Jalur pendakian yang mengelilingi puncak yang menyenangkan untuk berjalan jalan santai. Di Dalam Taman terdapat 1.274 spesies tanaman dan lebih dari 466 spesies hewan. Selain itu juga ada panorama alam berupa air terjun dengan berbagai ukuran.

Pemandangan terbaik di lokasi ini bisa diperoleh dari Puncak. Pemandangan alam yang luas menghadap ke panorama luas khas dataran tinggi. Jika cuaca tidak berkabut, pemandangan yang bisa dilihat akan jauh lebih indah lagi dan menjadi itu bisa menjadi pengalaman hidup yang tak terlupakan.

Beberapa agen perjalanan menyediakan paket ke taman ini dengan biaya sebesar 300 baht sudah termasuk makan siang.

Wat Chedi Luang Chiang Mai

Hal menarik yang bisa disaksikan di Wat Chedi Luang adalah beberapa struktur  bangunan peninggalan kebudayaan masa lampau. Di lokasi ini terdapat bangunan penting yang disebut sebagai pilar kota (Intan). Juga terdapat  vihara yang ditempati gambar Buddha. Pada pintu masuk kuil terdapat pohon karet raksasa yang menjaga pintu masuk kuil.

Menurut kepercayaan Lanna kuno, pilar kota didirikan di epicentrum kota, untuk menandai pusat alam semesta. Pada masa itu mereka meyakini Kerajaan Lanna adalah pusat alam semesta. Di sekitar pilar kota terdapat salah satu dari tiga pohon gum yang diyakini melindungi kota dari penyakit. Legenda mengatakan bahwa jika pohon ini sampai roboh atau patah dahannya, maka sebuah bencana besar akan terjadi.

Pada hari libur besar keagamaan Buddha, seperti Visakha Bucha, Wat Chedi Luang menjadi pusat berkumpul umat Buddha untuk prosesi lilin malam. Di kuii ini ada Sistem katrol khusus yang memungkinkan pengunjung untuk meletakkan persembahan di atas chedi.

Kuil ini terletak di Jalan Phrapokklao dan mudah ditemukan, karena chedi kuil ini adalah salah satu bangunan tertinggi di kota tua. Tempat wisata di Chiang Mai ini bukan mulai pukul 06.00 hingga 17.00.

Wat Prasingh

Wat Phra Singh mungkin adalah kuil paling dihormati setelah Wat Phra That Doi Suthep. Tempat wisata di Chiang Mai ini adalah lokasi dari tiga kuil utama. Salah satu daya tarik utama lokasi ini berupa dekorasi elegan dan mural yang menggambarkan kehidupan penduduk setempat ratusan tahun yang lalu.

Terletak di dalam tembok kota tua, di ujung barat Jalan Ratchadamnoen, atap kuil yang bergaya Lanna dan vihara  berkilauan mengundang pengunjung. Kompleks kuil berdinding ini sibuk dengan pengunjung dan penyembah sepanjang tahun. Keramaian paling besar terjadi saat festival Tahun Baru Thailand (Songkran) pada pertengahan April.

Di lokasi ini terdapat sebuah aula pertemuan utama besar yang menyimpan gambar Buddha abad ke-15 yang dibuat dari tembaga dan emas. Bangunan lain yang juga patut dikunjungi adalah perpustakaan, yang terletak di sebelah kiri Viharn Lai Kam. Perpustakaan ini menampilkan patung-patung semen yang indah, aula kayu berwarna merah berisi tulisan suci Buddha.

Tempat wisata di Chiang Mai ini buka mulai jam 06.00 hingga 17.00.

Elephant Nature Park

Ada banyak kamp gajah di sekitar Chiang Mai. Namun ada isu tidak sedap mengenai pengelolaan kamp gajah di chiang mai, dalam hal kesejahteraan Hewan. Namun Elephant Nature Park bukanlah salah satu dari tempat-tempat yang berupati kurang baik itu.

Di tempat wisata di Chiang Mai ini pengunjung diundang untuk menghabiskan waktu sehari secara menyenangkan dengan gajah. Kegiatan yang dilakukan mulai dari memberi mereka makan, hingga memandikan mereka di sungai.

Sebagian besar gajah di lokasi ini diselamatkan dari beberapa tempat yang kurang baik. Mereka ada yang diselamatkan dari binatang pertunjukkan atau pekerja. Begitu mereka ditampung di ENP, mereka bukan lagi pekerja. Para Gajah ini diperlakukan dengan lembut dan penuh hormat.

Sehari yang dihabiskan di tempat wisata di Chiang Mai ini adalah pengalaman yang membuka mata. Pengunjung diajak menghabiskan waktu dekat dengan gajah dan belajar tentang keadaan mereka.

Biaya untuk berkunjung ke konservasi Gajah ini sukarela. Biaya yang pengunjung setorkan digunakan untuk memelihara lahan dan menyediakan makanan bagi hewan. Pastikan untuk memesan di muka, karena slot untuk kegiatan interaksi dengan gajah sering kali telah di booking penuh.

Bua Thong Sticky Waterfalls

Salah satu tempat paling unik di antara tempat wisata di Chiang Mai adalah Bua Tong atau Air Terjun Lengket. Terletak sekitar satu setengah jam perjalanan ke utara Kota Tua Chiang Mai, air terjun ini tidak hanya mengesankan dan cantik, tetapi fitur khusus memungkinkan pengunjung untuk memanjat langsung ke atas bebatuan dalam air terjun.

Air Terjun Bua Thong adalah pemandangan yang mengesankan. Batuan berwarna krem dan bulat, hampir bulat sempurna, dan sangat kontras dengan hutan hijau gelap. Air di tempat wisata di Chiang Mai ini Jernih dan sejuk. Air Itu berasal dari mata air mineral sehingga air terjun ii tetap mengalir sepanjang tahun.

Lantai hutan di sekitarnya dilapisi dengan lumut dan bunga berwarna-warni kecil. Ada banyak makhluk hutan seperti kupu-kupu dan serangga air, dan bahkan ada ikan kecil sesekali.

Dari puncak air terjun, pengunjung dapat mengagumi pegunungan dan hutan. Pengunjung juga dapat melakukan apa yang dilakukan penduduk setempat dan berpiknik. Kolam kecil di area air terjun benar-benar aman bagi anak-anak untuk bermain cipratan air.

Huay Tung Tao Lake

Huay Tung Tao adalah danau besar yang dilengkapi fasilitas pondok bambu untuk bersantai sambil menghadap ke pegunungan Doi Pui. Danau Huay Tung Tao memiliki jalan dua jalur yang melingkar di sekitarnya, yang sangat cocok untuk pengendara sepeda, jogging, atau sekedar ingin berjalan kaki. Lintasan ini sepanjang 4 KM.

Air di danau tidak terlalu bersih tetapi pada titik-titik tertentu di dekat bungalo bambu pengunjung dapat berenang atau sekedar bermain air. Karena pemandangan itu banyak orang datang ke Huay Tung Tao untuk menikmati hari dan makan siang, di salah satu dari banyak restoran yang mengelilingi danau.

Restoran sekitar danau tempat wisata di Chiang Mai ini menyajikan makanan serupa termasuk salad pepaya dan ketan, ikan bakar, nasi goreng dan mie. Mereka juga memiliki air, bir, dan botol wiski yang tersedia untuk dibeli. Ada juga pedagang keliling yang berjualan buah, serangga goreng, dan es krim.

Untuk memasuki Huay Tung Tao biayanya 20 Baht per orang dan ada tempat parkir yang tersedia di sebelah kanan pintu masuk.

Sunday Walking Street

Mengunjungi Sunday Walking Street merupakan salah satu aktivitas “things to do ” paling populer jika sedang traveling di Chiang Mai, Thailand Utara. Seperti namanya, setiap hari Minggu akan ada “Pasar Kaget” yang mulai pukul 16:00 sampai sekitar tengah malam.

Di sepanjang jalan tempat wisata di Chiang Mai ini, pengunjung akan menemukan banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang dan makanan serta aktivitas seni seperti pertunjukan musisi jalanan, pelukis sketsa cepat, dan penggiat kesenian tari tradisional Thailand.

Ada banyak jenis barang yang dijual dari berbagai macam jenis pakaian dengan motif khas Thailand utara yang berwarna-warni, lukisan karya seniman lokal, kerajinan tangan lucu dari tanah liat, hiasan rumah, dan masih banyak lagi.

Yang membedakan Walking Street dengan tempat wisata di Chiang Mai lainnya adalah barang-barang yang ditawarkan lebih condong ke produk buatan tangan daripada barang produksi massal. Itu membuat acara cuci mata menjadi lebih seru dan tidak membosankan karena kita ingin melihat berbagai jenis barang unik yang ada.

Night Bazzar

Night market ini berada di Chang Moi, Mueang Chiang Mai District, Chiang Mai. Buka setiap hari dari sore hingga tengah malam. Di tempat wisata di Chiang Mai ini pengunjung bisa menemukan bermacam-macam baju, tas, sepatu, perhiasan dari berbagai macam merek.  Selain lengkap, pengunjung juga bisa menemukan produk-produk lokal Thailand dengan harga yang lebih murah.

Tempat wisata ini adalah tempat yang tepat untuk berbelanja yang mengasyikkan, khususnya jika pengunjung siap melakukan tawar-menawar. Karena Night Bazaar menarik banyak pengunjung, Selama di tempat ini harus berjaga-jaga agar tidak ditipu.

Ketika selesai berbelanja, pengunjung bisa mengikuti pertarungan tinju Muay Thai di stadion tempat wisata ini. Pertarungan Muay Thai adalah bagian dari budaya lokal dan dapat menambahkan elemen yang menarik untuk masa tinggal Anda di Chiang Mai. Tiket untuk menyaksikan pertarungan biasanya antara 200 dan 400 THB.

Art In Paradise Chiang Mai

Di Art in Paradise, pengunjung bisa berfoto dengan pose fantastic. Pengunjung bisa tampak sedang berselancar ombak besar, naik karpet ajaib, dan berdiri di tengah gunung berapi yang meletus, atau setidaknya terlihat seolah-olah berada di sana.

Museum seni ilusi ini menampilkan seni 3D yang memiliki efek yang sangat realistis, memberikan banyak peluang foto fantastis. Koleksinya mencakup lebih dari 130 foto yang dibagi ke dalam zona yang berbeda, seperti dunia bawah laut, margasatwa, Mesir Kuno, dan kota-kota Eropa.

Di semua galeri ini kita bisa bersenang senang, dan mengambil gambar kita dengan berbagai macam gaya yang lucu-lucu, seperti berada di jembatan yang hendak runtuh dengan gaya yang heboh dan lain-lain dengan tujuan untuk bersenang-senang.

Tempat wisata di ini buka setiap hari, 09:00-19:00. Untuk masuk ke dalam museum dipungut biaya 500 Bath.

Wisata

9 Lokasi Wisata Daerah Kawasan Semarang

Baiklah, masih bersama http://202.95.10.12/ disini. Sebentar lagikan sudah mulai memasuki liburan panjang. Nah sangat kebetulan sekali kalau kali ini kami akan memberikan beberapa rekomendasi. Tempat wisata yang berada di daerah semarang yang bisa anda kunjungi.

Pasti penasaran yah sama tempat wisata yang ada di Semarang ini, oh tentunya di Semarang ini ada berbagai macam tempat wisata. Dari tempat wisata tentang monumen sejarah, pantai, pegunungan, wahana air, dan masih ada beberapa jenis wisata lainnya.

Biasanya ketika ada pengunjung yang sedang berada di daerah Kota Semarang, sangat senang sekali apabila. Berkunjung ke tempat wisata monumen sejarah yang berada di Semarang, yaitu seperti Lawang Sewu ,dan Kota Lama salah satu-nya.

Justru tempat wisata seperti Kota Lama, Lawang Sewu, dan Simpang Lima ini udah terlalu mainstream. Karena kebanyakan orang-orang luar yang sudah berkunjung ke tempat wisata itu jadi sudah tidak asing, dan unik lagi bagi mereka.

Kota Semarang ini termasuk salah Satu Kota Semarang yang memiliki tingkat kepanasan cuaca yang begitu panas, tapi panasnya di Semarang ini berbeda dengan panasnya di daerah Ibu Kota Indonesia, yaitu Jakarta.

Di Daerah Kota Semarang ini masih ada beberapa bagian tempat yang masih memiliki hawa-hawa pegunungan, contoh seperti daerah Ungaran. Ungaran ini merupakan salah satu Ibu Kota Kabupaten Semarang.

Apabila anda ingin berkunjung ke daerah Unggaran, dan berangkat dari pusat Kota Semarang ini memakan waktu sekitar 30 menit dalam perjalanan.

Di Sekitar Ungaran dan beberapa kecamatan lainnya, seperti Ambarawa dan Bandungan, memiliki hawa yang lebih sejuk, dan adem dari Kota Semarang, karena dataran tinggi Ungaran ini lebih tinggi daripada Kota Semarang.

Di Daerah ungaran ini terdapat beberapa tempat yang dapat dipakai untuk mengademkan diri.

Apabila kamu menyukai tempat wisata yang bertemakan dengan pegunungan, dibawah ini baabun akan memberikan beberapa recommended tempat wisata alam di sekeliling ungaran yang masih bisa untuk kamu, keluarga, dan kerabat lainnya kunjungi.

1. Wisata Pondok Kopi

Baiklah, ini adalah salah satu tempat wisata yang berada di daerah Kabupaten Semarang, tempat wisata ini diberi nama oleh pengelolanya, yaitu dengan nama Pondok Kopi.

Tempat wisata ini bertemakan tentang cafe dengan mempunyai konsep outdoor. Pondok Kopi ini hampir mirip dengan Dago Pakar yang berada di daerah Bandung, Jawa Barat.

Ketika kamu berkunjung ke tempat ini, kamu bisa memesan beberapa jenis minuman atau coffee yang salah satunya mempunyai beberapa varian rasa yang sungguh enak ketika diminum.

Ditempat ini bukan hanya sekedar memesan minuman/coffee, tapi di Pondok Kopi ini, kamu bisa menikmati minuman, dan makanan sambil melihat pemandangan Kota Semarang dari dataran tinggi.

2. Wisata Umbul Sidomukti

Apa yang akan kalian rasakan ketika berenang di kolam renang yang letak kolam renang itu berada di dataran tinggi? Dataran tinggi tersebut bukan diatas gedung, tetapi dataran tinggi tersebut berada diatas bukit.

Apakah ada kolam renang yang berada diatas bukit? Tentu saja ada, di wisata Umbul Sidomukti ini terdapat 4 kolam renang yang bisa anda pakai untuk berenang diatas ketinggian tersebut.

Keempat kolam renang itu mempunyai kedalaman masing-masing pada setiap kolam renangnya. Air di kolam renang Umbul Sidomukti ini sangat segar sekali, karena air ini langsung berasal dari sumber alami. Ketika kamu sedang berenang di wisata Umbul Sidomukti ini, kamu bisa sambil menikmati keindahan pemandangan alam di sekelilingnya yang sangat indah.

Tapi ada saja yang berkunjung ke tempat ini bukan untuk berenang, tetapi mereka datang ke tempat ini hanya ingin menikmati pemandangan-pemandangan di sekelilingnya yang sangat indah.

Kawasan tempat wisata ini bukan hanya menyediakan kolam renang saja, tetapi di tempat wisata ini menyediakan beberapa permainan, seperti flying fox, outbound, dan berbagai spot untuk nongkrong.

3. Wisata Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo ini berada di lereng kaki Gunung Ungaran yang memiliki ketinggian 1.200 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut), Candi Gedong Songo ini merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Candi Gedong Songo juga menawarkan panorama yang begitu indah ketika dilihat oleh sudut pandangan mata, ketika kalian berada diatas Gedong Songo ini, kalian dapat melihat Gunung Merbabu, dan Bukit Andong.

Gedong songo ini merupakan salah satu peninggalan Wangsa Syailendra dari abad ke 9. Di komplek percandian ini terdapat 9 candi, tetapi candi-candi yang masih utuh hanya 5 candi saja.

Letak lokasi candi ini di daerah Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, dari ungaran menuju ke tempat ini kurang lebih sekitar 25 Km atau sekitar 45 Km kalo dari Semarang Kota.

4. Wisata Gunung Ungaran

Melakukan Camping di gunung itu merupakan salah satu liburan yang mengasikkan, dan mendapatkan banyak kesan-kesan yang tak terlupakan.

Mengapa begitu? Ya ini berdasarkan pengalaman saya saja tentang berkemah di Gunung itu banyak sekali kesan-kesan yang memang shalat sulit untuk dilupakan.

Oh Iya Gunung Ungaran ini memiliki ketinggian 2.050 MDPL. Gunung Ungaran pun mempunyai 3 puncak, yaitu puncak Gendol, Botak, dan yang terakhir ini adalah puncak Ungaran.

5. Danau Rawa Pening

Danau Rawa Pening ini mempunyai pemandangan yang sangat indah, dan dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan yang sangat cantik. Pada permukaan danau ini banyak ditumbuhi dengan tumbuh-tumbuhan eceng gondok.

Jika kalian berkunjung ke danau ini, kalian dapat menyusuri danau itu dengan menyewa perahu dengan pengemudi-nya, baik perahu dayung atau perahu motor, yang terpenting perahu itu dapat mengantarkan kita untuk menyusuri Danau Rawa Pening tersebut.

6. Air terjun Kali Pancur

Apabila kalian belum merasa puas dengan wisata-wisata lainya yang berada di daerah Semarang, Kalian bisa langsung mengunjungi tempat wisata yang bernama Air Terjun Kali Pancur.

Lokasi Air Terjun Kali Pancur ini berada di kaki Gunung Telomoyo, yang berada di daerah Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Di kaki Gunung Telomoyo ini terdapat Air Terjun Kali Pancur yang sangat indah ketika dipandang oleh sudut pandang mata dari jarak jauh maupun jarak dekat.

Di Air Terjun ini kalian bisa menyejukan diri, selain menyejukan diri, kalian juga bisa berendam dengan menikmati kesejukan, dan betapa jernihnya Air Terjun Kali Pancur ini.

7. Hutan Pinus Kayon

Hutan Pinus ini merupakan salah satu tempat wisata yang kerap dikunjungi oleh masyarakat. Dan dipakai untuk berkemah oleh para wisata-wisatawan lain-nya.

Kebanyakan yang sering berkemah di Hutan Pinus ini adalah para wisata-wisatawan dalam kota. Tetapi ada aja sih wisata-wisatawan luar kota yang suka berkemah di belantara Hutan Pinus Kayon ini.

Hutan Pinus Kayon ini menawarkan kekayaan pemandangan alam yang begitu indah, dan menyegarkan. Selain itu, Hutan Pinus Kayon ini mempunyai spot-spot kece yang kerap digunakan untuk foto-foto.

Selain digunakan untuk foto-foto, spot spot kece itu juga bisa kalian gunakan sebagai tempat santai-nya kalian bersama teman, kerabat, atau keluarga.

8. Alam Bantir Hills

Wisata Bantir Hill ini merupakan tempat wisata terbaru yang berada di kawasan Desa losari, Kecamatan Sumowono, Semarang. Di Bantar Hill terdapat beberapa view-view baru.

Selain view-view baru, di Bantir Hill juga sedang ada pembangunan spot-spot lainnya. Seperti rumah pohon, gazebo, camping ground, spot sunset, tanaman-tanaman hias, dan masih banyak spot-spot lainnya

Wisata Bantir Hill semarang ini telah diresmikan pada bulan januari awal tahun 2017 lalu. Buat kalian yang ingin berlibur dari suasana panasnya perkotaan yang sangat gerah. Kalian bisa langsung datang saja ke Bantir Hill ini.

9. Gardu Pandang Lereng

Kota Semarang memiliki Kabupaten yang sangat lega sekali, bisa dibilang bahwa Kabupaten Semarang ini adalah kabupaten terbesar di daerah Pulau Jawa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2 juta.

Kota Semarang ini terkenal dengan cuaca yang panas, Meskipun demikian, Semarang ini telah berhasil memikat para wisatawan yang telah berkunjung ke wisata Semarang.

Tempat wisata Gardu Pandang Lereng ini berada di kawasan Gunung Kelir, Desa Gertas, Kota Ambarawa, Kabupaten Semarang. Perjalanan menuju Gardu Pandang Lereng ini memakan waktu kurang lebih sekitar 4 jam dari Kota Semarang.

Gardu Pandang Lereng Kelir ini berada di daerah ketinggian,dengan ketinggian gardu ini mencapai 715 MDPL. Ketika kalian berdiri di atas gardu, Maka kalian dapat melihat keindahan-keindahan alam yang jarang sekali kalian lihat.

Mengapa demikian? Karena, gardu ini menawarkan beberapa pemandangan yang begitu elegan, diantaranya seperti Gunung, deretan pepohonan yang berwarna hijau.

Bagi kalian para Photography tempat ini sangat cocok sekali untuk diambil gambar dengan tema keindahan alam. Selain itu juga tempat ini bisa dijadikan spot-spot favorite dalam pengambilan gambar.

Itulah beberapa rekomendasi tempat yang ada di daerah semarang, mudah-mudahan informasi. Yentang tempat wisata yang saya tulis pada artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian semuanya.

Apabila ada kesalahan kata atau penempatan informasinya pada artikel ini, saya mohon maaf yang sebesar besarnya.

Pariwisata

Perkembangan Industri Pariwisata Di Indonesia

Industri pariwisata global bergerak cepat dalam satu dekade terakhir. Data dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menunjukkan adanya peningkatan jumlah perjalanan internasional.

Pertumbuhan pariwisata turut pula dirasakan oleh Indonesia. Jumlah wisatawan mancanegara di Indonesia tercatat meningkat sebanyak 14% sejak 2009.

Data UNWTO juga mencatat penerimaan pendapatan Indonesia dari sektor pariwisata meningkat dari 13.1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2017 menjadi 14.1 miliar dolar AS di 2018.

Namun di tengah hingar-bingar kesuksesan industri pariwisata, muncul cerita penolakan terhadap kegiatan pariwisata berlebihan atau over tourism yang membawa dampak negatif pada daerah tujuan wisata, seperti sampah dan meningkatnya biaya hidup yang merugikan penduduk lokal.

Penolakan sudah ini terjadi di beberapa negara di Eropa dan Asia. Di Indonesia, penolakan masyarakat terhadap pembangunan dan peningkatan industri pariwisata yang agresif juga terjadi, seperti di Flores, Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Kabar baiknya, ada beberapa tempat yang berhasil menghindari over tourism seperti Bhutan dan sebuah desa wisata di Yogyakarta, namun tidak mengurangi pendapatan mereka dari sektor ini. Pemerintah Indonesia bisa belajar dari kesuksesan mereka.

Cerita Over Tourism Di Dunia Dan Indonesia

A.M. O’Reilly, peneliti pariwisata dari The University of the West Indies di Jamaika, menjelaskan bahwa daya dukung atau kapasitas pariwisata dapat didefinisikan sebagai jumlah maksimum wisatawan yang dapat ditampung di sebuah daerah wisata.

Dampaknya bisa berupa perubahan gaya hidup, sosial, dan ekonomi yang cenderung merugikan masyarakat lokal. Lebih dari tiga dekade lalu, O’Reilly memprediksi over tourism akan terjadi terutama di negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada industri pariwisata.

Kenyataannya, fenomena ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang saja. Di Barcelona di Spanyol, Venice di Italia, dan beberapa kota lain di Eropa, pariwisata mulai mengusik dan mendapatkan penolakan dari masyarakat lokal. Jepang salah satu negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia juga turut mengalami.

Pada 2008, Jepang memiliki target mendatangkan 20 juta wisatawan internasional pada tahun 2020. Hingga tahun 2017 lalu, Jepang berhasil melampaui target dengan total 28 juta wisatawan internasional.

Masalahnya, tidak semua warga Jepang mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan pariwisata. Masyarakat lokal yang masih sangat tradisional merasa wisatawan adalah polusi di negaranya.

Di Indonesia, penolakan terhadap pembangunan pariwisata yang berlebihan terjadi di Flores. Di sana, warga menolak pembangunan sarana wisata swasta oleh investor luar di area Taman Nasional Komodo. Yang akan mengganggu kelestarian komodo dan meminggirkan penduduk asli.

Di Bali warga menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Reklamasi Teluk Benoa dianggap masyarakat hanyalah dalih pemerintah untuk mempermudah investasi di lahan reklamasi tersebut.

Sebagian masyarakat Bali menginginkan Tanjung Benoa tetap menjadi daerah konservasi untuk menyeimbangkan pembangunan yang masif di Bali bagian selatan.

Belajar Dari Yang Lain

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghindari meledaknya bom waktu ini di Indonesia. Bhutan misalnya memiliki dengan kebijakan pariwisata dengan volume rendah dan hasil tinggi.

Wisatawan yang mengunjungi Bhutan diwajibkan menggunakan biro perjalanan dan wisatawan dikenai biaya minimum 200 dollar As (sekitar Rp 2,8 juta) per malam bahkan di bulan-bulan tertentu bisa lebih tinggi.

Penggunaan biro perjalanan berhasil mengatur wisatawan individual dan dengan diterapkannya kebijakan paket minimum harian, Bhutan berhasil memaksimalkan pendapatan dari sektor pariwisata.

Kebijakan ini dianggap cukup berhasil dalam mengelola pariwisata, walau jumlah kunjungan rendah, pendapatan yang dihasilkan justru meningkat, ditambah pengalaman yang dirasakan wisatawan menjadi lebih berkualitas.

Meski dianggap sebagai negara yang mahal, Bhutan berhasil meminimalkan dampak negatif pariwisata dan tetap menjadi magnet bagi wisatawan global.

Dari dalam negeri sendiri, kita bisa belajar dari desa Nglanggeran di Yogyakarta yang merupakan salah satu desa yang berhasil menekan jumlah wisatawan tapi menaikkan pendapatan daerahnya.

Dengan strategi menaikkan harga tiket masuk dari Rp 7.000 menjadi Rp 15.000, Desa Wisata Nglanggeran berupaya menekan jumlah wisatawan yang datang. Usaha itu berhasil jumlah pengunjung menurun dari 172.863 di tahun 2016, menjadi 151.673 di 2017.

Namun penurunan ini justru diikuti dengan meningkatnya pendapatan desa dari Rp 1,8 miliar menjadi lebih dari Rp 2 miliar berkat upaya meningkatkan lama tinggal wisatawan lewat paket wisata yang melibatkan kesenian setempat, pertanian, dan produk olahan lokal.

Dengan strategi ini tekanan yang dihasilkan dari kegiatan wisatawan kepada lingkungan desa menjadi semakin rendah. Sehingga mendukung keberlanjutan Nglanggeran sebagai destinasi wisata.

Nglanggeran meraih buah manis setelah 10 tahun membangun pariwisata, dan mendapat gelar desa wisata terbaik di Asia Tenggara.

Kebijakan Pariwisata Yang Baik

Salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan pariwisata adalah tidak terjadinya simbiosis antara dan masyarakat. Pariwisata yang diharapkan sebagai katalis pembangunan, malah berbalik menimbulkan konflik antara wisatawan, masyarakat lokal, dan investor.

Kasus penolakan yang terjadi di Bali dan Flores menjadi bukti adanya masalah dalam pengelolaan pariwisata di Indonesia.

Dalam beberapa penelitian ilmu, perencanaan dan pengelolaan yang mengikut sertakan masyarakat. Secara aktif dianggap sebagai cara yang ampuh dalam meminimalkan dampak negatif.

Tazim B. Jamal dan Donald Getz, peneliti dari University of Calgary, Amerika Serikat, dalam analisis mereka menawarkan perencanaan destinasi berbasiskan masyarakat. Masyarakat disiapkan agar dapat merencanakan, membangun, dan mengelola destinasi secara mandiri.

Sampai hari ini tulisan tersebut masih menjadi acuan para peneliti dan para perencana pariwisata. Dalam membangun dan mengelola daerah tujuan wisata.

Kekurangan dari model pembangunan pariwisata ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan. Untuk menyiapkan masyarakat agar mereka mampu bersaing di industri.

Penerapan ambang batas daya dukung sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah 50 Tahun 2011. Mengenai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025.

Peraturan ini menjelaskan strategi pengendalian pembangunan prasarana umum, fasilitas umum. Dan fasilitas bagi wilayah yang sudah melampaui ambang batas dengan menyusun regulasi perijinan demi menjaga daya dukung lingkungan. Tapi, implementasi kebijakan ini belum banyak diterapkan di daerah-daerah wisata.

Pembangunan jangka pendek yang hanya mementingkan jumlah wisatawan bisa dikatakan hanya target politik belaka. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebaiknya melakukan investasi melalui pembelajaran dan pendampingan. Dan menyiapkan agar masyarakat di daerah tujuan wisata mampu masuk dan bertahan di industri ini.

Bagi negara-negara yang sangat mengandalkan sektor pariwisata, bagaikan buah simalakama. Namun, pertumbuhan industri terlalu sederhana jika hanya dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan. Yang terpenting adalah bagaimana melihat agar dapat bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam.